Hy Guys..Welcome to our blog okay..! For all student, keep spirit in study and for all teenagers, be the greeners to keep our goverment..let be greeners and keep spirit! :) Best Regard, VinzRazz
RSS
Tampilkan postingan dengan label Kisah Inspiratif. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kisah Inspiratif. Tampilkan semua postingan

Derita Anak Desa Jauh dari Sekolah

SEPASANG bocah berjalan menyusuri jalan setapak melalui hutan, lereng gunung, dan semak belukar. Dengan penuh semangat, kakak-adik itu berjalan kaki enam kilometer setiap hari. kakak kerap harus memikul adiknya untuk melalui rintangan atau saat adik sangat kekelahan.

KEDUA bocah tersebut, Ramadhan, 10 tahun dan Nurlaela, delapan tahun menjalani rutinitas setiap hari ke sekolah, SDN 038 Kanusuang. Ramadhan dan Nurlaela, anak keenam dan ke tujuh dari tujuh bersaudara pasangan Surianto-Saleha, warga Desa Pulliwa, Kecamatan Bulo, Kabupaten Polewali Mandar (Polman).

Keluarga petani itu menghuni sebuah gubuk di lereng gunung antara Kanusuang-Pulliwa, sekira enam kilometer dari SD terdekat Kanusuang. Setiap subuh, Ramadhan dan Nurlaela bergegas mengemasi kebutuhannya lalu meninggalkan rumah ke sekolah dengan menembus pagi yang masih gelap.

Lolongan anjing penjaga kebun, merupakan hal yang biasa bagi keduanya. Kedua tetap berjalan dengan harapan tidak terlambat tiba di sekolah. Berjalan kaki setiap hari dengan jarak yang tidak dekat, bukan hal ringan bagi anak seusia Ramadhan dan Nurlaela. Namun semangat bocah kakak-adik tersebut sangat layak menjadi contoh bagi anak-anak lain, terutama yang dilengkapi berbagai fasilitas.

Tetap Semangat Sekolah Meski Fisik Terbatas

Seperti murid sekolah menengah pertama umumnya, Muhammad Romli atau teman-temannya biasa menyapat Romli menyiapkan buku-buku yang akan dibawanya sekolah setiap pagi. Putra keempat dari lima bersaudara ini lantas bergegas keluar menemui dua sahabat yang telah menunggunya, Dayan dan Agus.

Usai berpamitan kepada sang bunda, tanpa canggung Romli naik ke punggung Agus dan dengan riang mereka berangkat ke sekolah. Jika lelah, anak-anak dari keluarga kurang mampu ini beristirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan lagi. Agus mengaku senang-senang saja menggendong sahabatnya setiap hari. "Dia (Romli) juga berhak sekolah," kata Agus kepada SCTV, Senin (3/5).

Tiba di sekolah SMP II Anyer Banten, bukan berarti tugas menggendong selesai. Jika guru menyuruh Romli maju ke depan, Agus juga bangkit dari tempat duduknya. Yang dilakukan Agus dan Dayan ini sudah berlangsung sejak mereka kelas satu sekolah dasar hingga kini mereka kelas satu SMP.